Daerah  

Potensi Laut Malaka Sangat Besar, SBS: Belajar dari Ambon, Jangan Malu

Screenshot 20250519 092748 Chrome 2478691934

RAEBESINEWS.COM – Kabupaten Malaka memiliki potensi kelautan yang sangat besar. Hal ini ditegaskan oleh Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran (SBS), dalam sebuah pernyataan baru-baru ini.

Ia menekankan bahwa letak geografis Malaka yang langsung berhadapan dengan Samudera Hindia merupakan anugerah besar yang belum digarap secara maksimal.

Baca Juga: Infrastruktur Digenjot: Jalan, Jembatan, dan Tanggul Mulai Ditangani Pemkab Malaka

“Laut kita ini kaya. Kita langsung hadap samudera Hindia. Ikan banyak. Hasil laut juga banyak. Tapi nelayan kita masih kerja tradisional,” ujar SBS.

Menurutnya, keterbatasan alat tangkap dan teknologi membuat hasil tangkapan nelayan di Malaka belum optimal.

Untuk mengatasi hal itu, SBS mendorong Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Malaka agar melakukan studi banding ke daerah lain di Indonesia yang lebih maju dalam sektor perikanan.

Baca Juga: Dua Bocah Diaspora di Thailand Beri Bunga untuk Prabowo, Titip Harapan Pendidikan Indonesia Lebih Baik

“Pergi lihat di sana. Di Ambon sana, mereka hidup dari ikan. Belajar dari sana. Jangan malu,” tegas SBS.

Lebih lanjut, SBS juga menyoroti kekayaan air di wilayah Malaka. Ia menyebut, hampir seluruh air dari tiga kabupaten di Pulau Timor mengalir dan berkumpul di Malaka, menjadikan daerah ini kaya tidak hanya laut, tetapi juga sumber daya air tawar.

Baca Juga: Persebata Lembata Huni Group A 8 Besar Liga 4 Nasional, Juara Group Langsung Ke Final

“Air kita sangat besar. Hampir semua air dari tiga kabupaten kumpul di sini. Harus ada inovasi. Jangan cuma untuk sawah saja. Bisa juga untuk hal lain,” kata Bupati SBS, tanpa merinci bentuk inovasi yang dimaksud.

Pernyataan Bupati SBS ini menegaskan komitmennya untuk mendorong sektor kelautan dan perikanan sebagai salah satu pilar ekonomi daerah. Dengan kombinasi kekayaan laut dan air yang melimpah, Malaka sesungguhnya punya modal besar untuk bangkit, asal dikelola dengan ilmu, bukan sekadar tradisi.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *