RAEBESINEWS.COM – Mentari pagi menyelinap di antara dedaunan leba, menyinari lembut wajah-wajah penuh semangat di Desa Umatoos.
Seperti telah menjadi tradisi baru, Jumat pagi di desa ini bukan lagi sekadar rutinitas, melainkan ruang temu antara warga, alam, dan para pemimpinnya, untuk menjaga kebersihan, menata kampung, dan menyatukan semangat gotong royong.
Baca Juga: Infrastruktur Adalah Martabat: Jalan Rusak di Tubaki Dibenahi Kilat atas Instruksi SBS
Di antara warga yang menyapu jalanan dusun, mencabut ilalang yang menjalar liar, dan mengangkut sampah ke titik kumpul, tampak sosok perempuan berkemeja kuning Partai Golkar.
Dia adalah Maria Fransiska Bria, anggota DPRD Malaka, yang akrab disapa Rani Bria. Bukan hanya hadir sebagai wakil rakyat, tapi juga sebagai putri kelahiran Umatoos yang ingin pulang membawa makna.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan Jumat Bersih ini. Ini bukan sekadar rutinitas, tapi bukti bahwa masyarakat kita sadar akan pentingnya hidup bersih dan sehat. Apa yang saya lihat hari ini sejalan dengan semangat yang terus didorong oleh Bupati dan Wakil Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran dan Henri Melki Simu,” ujar Rani, sambil menyeka peluh di keningnya dengan senyum tulus.
Bagi Rani, keterlibatannya dalam kegiatan seperti ini adalah kebanggaan tersendiri.
“Setiap ada gerakan kebersihan, masyarakat dan Penjabat Desa Umatoos selalu mengundang saya. Saya senang, karena ini menjadi ruang untuk berbagi semangat dan motivasi,” ungkapnya lirih.
Di sudut lain Dusun Loomota Lalawar, seorang perempuan paruh baya yang dikenal dengan nama Mama Bete tak kuasa menahan rasa bangganya. Ia berbicara sembari menyiram halaman dengan air sisa cucian pagi.
Baca Juga: BBWS NT II Ambil Alih Penanganan Irigasi Rusak di Malaka: Harapan Baru bagi Petani
“Kami senang karena Bapak Desa selalu hadir. Beliau bukan hanya menyuruh, tapi juga membersamai kami dari dusun ke dusun, dari lorong ke lorong,” tutur Mama Bete.
“Kini, setiap Jumat akan jadi hari khusus bagi kami untuk membersihkan rumah dan lingkungan. Ini sudah jadi kebiasaan yang menyenangkan.”
Sementara itu, Herry Klau, Penjabat Kepala Desa Umatoos, tersenyum puas menyaksikan geliat baru di desa yang kini makin bersih dan tertata.
“Sudah lebih dari sebulan kegiatan ini berjalan. Saya terharu melihat masyarakat antusias. Mereka tak lagi harus diajak, tapi justru menanti-nanti Jumat datang,” ujar Herry.
Ia lalu menambahkan, bahwa yang ia pegang sebagai kompas dalam memimpin bukanlah aturan rumit, melainkan satu kalimat sederhana dari Bupati SBS: “Pergi dan urus masyarakat.”
“Dan salah satu hal yang kami urus hari ini adalah kebersihan. Sebab lingkungan yang bersih adalah cerminan jiwa yang sehat,” tutup Herry, yang juga menjabat sebagai Kabid Pengelola Informasi Publik di Dinas Kominfo Malaka.
Baca Juga: Mimpi Buaya Simon Nahak: Antara Fantasi Mistis dan Abai Terhadap Realita Warga Malaka
Langkah-langkah kecil menyapu jalan desa, tangan-tangan merapikan semak di sudut pagar, dan senyum yang saling tersungging di antara lelah, semuanya menyatu dalam harmoni Umatoos pagi itu. Di sini, kebersihan bukan hanya urusan sapu dan sampah, tapi tentang cinta pada kampung halaman.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











