RAEBESINEWS.COM – Dalam suasana santai dan akrab, Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu (HMS), menggelar diskusi ringan bersama Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Provinsi NTT, Viktor Manek, serta Kepala Dinas Pertanian Provinsi NTT, Joaz B. Oemboe Wanda.
Pertemuan yang berlangsung di Lobi Hotel Silvia, Senin (2/6/2025), membahas secara khusus pengembangan sektor pertanian di Kabupaten Malaka.
Baca Juga: Gaun Tenun Malaka Menari di Minahasa: Pesona Dua Perempuan dalam Munas VI Apkasi
Topik utama yang dibahas adalah bagaimana mengolah potensi lahan pertanian secara optimal serta mendorong hilirisasi produk pertanian unggulan Malaka, salah satunya adalah pisang, yang sudah lama dikenal sebagai komoditas khas daerah ini.
“Pisang adalah hasil pertanian yang sangat melimpah di Malaka. Tapi ke depan kita ingin bukan hanya produksi, melainkan juga olahan bernilai tambah yang lahir dari desa,” kata HMS.
Menurut HMS, pertanian Malaka tidak boleh berjalan sendiri. Harus ada sinergi dan kolaborasi antara pemerintah daerah, provinsi, serta masyarakat desa agar potensi yang besar ini benar-benar memberi dampak ekonomi nyata bagi warga.
Baca Juga: Gaun Tenun Malaka Menari di Minahasa: Pesona Dua Perempuan dalam Munas VI Apkasi
“Kolaborasi lintas sektor itu penting untuk memajukan pertanian dan produk pertanian dari desa. Pemerintahan SBS-HMS komitmen untuk genjot pertanian semaksimal mungkin di Malaka,” tegas HMS.
Diskusi juga menyentuh aspek teknis seperti dukungan irigasi dari Bendung Benenain, peningkatan kapasitas petani lewat pelatihan, hingga pentingnya akses pasar dan pendampingan UMKM olahan hasil tani.
Sementara itu, Kadis PMD Provinsi NTT, Viktor Manek, menambahkan bahwa pembangunan desa tidak boleh terpisah dari penguatan sektor riil seperti pertanian.
Baca Juga: Halaman Rumah Warga Di Kualin, TTS Amblas
“Desa adalah pusat produksi. Jika pertaniannya maju, maka pendapatan masyarakat desa akan ikut naik. Itu sebabnya, penguatan BUMDes juga harus diarahkan untuk mengelola produk-produk lokal secara mandiri,” jelasnya.
Senada, Kadis Pertanian Joaz B. Oemboe Wanda menyoroti perlunya inovasi dan teknologi tepat guna untuk menggenjot hasil pertanian, termasuk dalam pengolahan pascapanen.
Pertemuan ini menjadi angin segar di tengah tantangan sektor pertanian NTT. Dengan semangat kolaborasi dan komitmen yang kuat dari pimpinan daerah, Malaka diyakini mampu menjadi salah satu lumbung pangan dan pusat olahan produk pertanian di wilayah selatan NTT.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











