RAEBESINEWS.COM – Di tengah aroma tanah yang subur dan semangat petani yang tak pernah padam di Kabupaten Malaka, Bupati dr. Stefanus Bria Seran (SBS) bersama Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Dinas Pertanian menyambangi Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Kamis (5/6/2025).
Kunjungan ini bukan sekadar seremonial. Bupati SBS datang membawa misi besar: mendorong kemajuan sektor pertanian di Malaka melalui sokongan penuh dari pemerintah pusat.
Ia menyerahkan proposal resmi kepada Kementerian, berisi rencana strategis dan kebutuhan bantuan untuk mendukung program unggulan SBS – HMS (Henri Melki Simu) dalam memodernisasi pertanian Malaka.
Baca Juga: Kepada Para Aktivis Dadakan Jelmaan JAS, Rakyat Malaka Sudah Tahu Siapa Kalian
“Kerja SBS-HMS fokus untuk pertanian di Kabupaten Malaka agar maju dan sejahtera bagi petani. Kita tidak mau rakyat Malaka kelaparan di tanah yang subur,” tegas SBS kepada RaebesiNews.com usai pertemuan.
Malaka, Lumbung Pangan di Timur
Kabupaten Malaka dikenal sebagai tanah emas di pulau Timor. Hamparan lahan yang luas dan sistem irigasi dari Bendung Benenain menjadikan daerah ini sebagai salah satu kantong produksi pangan potensial di Nusa Tenggara Timur.
Namun, tantangan modernisasi dan keterbatasan anggaran daerah membuat pembangunan sektor ini perlu dukungan dari pemerintah pusat.
“Kami ingin program pertanian SBS–HMS tidak hanya andalan daerah, tapi menjadi model nasional. Untuk itu, perlu sinergi kuat dengan Kementerian Pertanian,” ujar Plh. Kepala Dinas Pertanian yang mendampingi SBS.
Baca Juga: Program Olahraga Berprestasi SBS-HMS Tembus Jakarta, Askab Malaka Resmi Gandeng Persija
Harapan dari Tanah Subur
Dalam proposal yang diserahkan, terdapat permintaan bantuan alat mesin pertanian (alsintan), benih unggul, pupuk bersubsidi, serta pendampingan penyuluh pertanian berbasis teknologi digital.
Langkah SBS ini sejalan dengan semangat nasional membangun dari desa dan menjadikan pertanian sebagai panglima ekonomi rakyat.
Menuju Petani Sejahtera
Dengan kunjungan ini, SBS menunjukkan bahwa kepemimpinannya tak sekadar membangun infrastruktur fisik, tapi juga mengakar dalam visi kedaulatan pangan.
Baca Juga: Gubernur NTT Terima Wakil Bupati Malaka, Bahas Jalan Rusak dan Pendidikan Menengah Atas
Ia percaya, di Malaka, pertanian bukan sekadar kerja mencangkul dan menanam, tetapi kerja politik kerakyatan: membebaskan rakyat dari kemiskinan lewat pangan.
“Malaka tidak boleh tertinggal. Kami punya lahan, kami punya air, dan kami punya semangat. Tinggal dukungan dari pusat untuk mempercepat langkah,” pungkas SBS.
Kementerian Pertanian dikabarkan merespons positif proposal tersebut dan berkomitmen menindaklanjuti sesuai tahapan dan prioritas nasional.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











