RaebesiNews.com – Dalam hembusan angin pantai dan debur ombak yang melantunkan lagu kesetiaan, dr. Stefanus Bria Seran kembali menunjukkan kelasnya sebagai seorang pemimpin berjiwa besar.
Di hadapan para pejabat dan tamu undangan yang menghadiri pelantikan 41 kepala sekolah menengah, Selasa (17/6/2025), Bupati Malaka itu menyampaikan hal yang jarang diucapkan pemimpin manapun: “Kerja saja Pak Wakil Bupati. Semua saya berikan.”
Ucapan itu bukan basa-basi. Dalam banyak momen pemerintahan, SBS—begitu ia biasa disapa, lebih memilih untuk mendelagasikan berbagai tugas penting kepada Wakil Bupati Henri Melki Simu (HMS).
Baca Juga: Ketika Laut, Hujan dan Matahari Tunduk kepada SBS: Pemimpin yang Direstui Leluhur Rai Malaka
Mulai dari pengawasan program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembentukan Koperasi Desa Merah Putih, hingga peninjauan langsung kondisi jalan, sawah, dan kebun milik masyarakat di desa-desa pelosok.
Tak berhenti di situ, HMS juga dipercaya mewakili SBS dalam pelantikan para penjabat desa dan kepala sekolah di berbagai kecamatan.
Sebuah kepercayaan besar yang tidak lahir dari keterpaksaan, melainkan dari niat tulus untuk menumbuhkan kemitraan yang sehat, matang, dan berimbang.
Baca Juga: Tak Mau Jalan Rusak Ditandai Drum, SBS-HMS Tinjau Perbaikan Deker di Jalan Menuju Pantai Motadikin
Kepemimpinan yang Tidak Takut Dibagi
“Dulu ada yang bakalai karena rebutan pekerjaan. Sekarang beda, semua pekerjaan Pak Wakil silahkan kerjakan,” tutur SBS sembari tersenyum, seolah menyentil dinamika kekuasaan yang seringkali menjadi sumber konflik di banyak daerah.
Pernyataan SBS bukan sekadar ungkapan normatif. Ia mencerminkan filosofi kepemimpinan yang tidak tamak akan panggung, tidak haus akan pujian. Baginya, kepemimpinan bukan soal siapa yang lebih tampil, tapi siapa yang lebih bekerja.
Dalam tradisi politik lokal yang kerap diwarnai ego sektoral dan rivalitas senyap antar pemimpin, langkah SBS justru menjadi cermin kejernihan hati.
Ia menunjukkan bahwa kehormatan seorang pemimpin tidak berkurang ketika memberi ruang kepada yang lain untuk bersinar. Justru di situlah letak kematangan dan kelas seorang pemimpin sejati.
Baca Juga: Tak Mau Jalan Rusak Ditandai Drum, SBS-HMS Tinjau Perbaikan Deker di Jalan Menuju Pantai Motadikin
Henri Melki Simu, Wakil yang Diberdayakan
Sikap SBS menjadi angin segar bagi Wakil Bupati HMS yang tak hanya diberi tugas seremonial, tetapi benar-benar dilibatkan dalam urusan substansial pembangunan daerah.
Dari sektor pendidikan, pertanian, kesehatan hingga ekonomi kerakyatan, HMS tampil sebagai figur lapangan yang bergerak langsung bersama rakyat.
Banyak warga menyambut baik duet ini. “Baru kali ini saya lihat bupati dan wakil bupati tidak seperti kucing dan anjing. Mereka ini seperti dua sahabat kerja, saling percaya,” ungkap Petrus Benu, warga Desa Wemasa, Kecamatan Malaka Tengah.
Baca Juga: Respons Cepat SBS-HMS Atasi Genangan Air di Malaka Komisi V DPRD NTT Beri Apresiasi
Filosofi Kepemimpinan SBS: Bersama, Bukan Sendiri
Filosofi SBS sebenarnya sederhana tapi sulit dipraktikkan: kekuasaan itu bukan untuk digenggam erat, melainkan untuk dibagikan demi kemajuan bersama.
Dalam banyak kesempatan, SBS selalu menekankan bahwa keberhasilan suatu pemerintahan bukan karena kehebatan satu orang, tetapi karena kerja kolektif.
Ia pun menyadari bahwa rakyat lebih butuh pemimpin yang kompak, bukan pemimpin yang saling tikam. “Kalau semua saya kerja sendiri, nanti orang bilang saya egois. Jadi saya bagi supaya semua berjalan baik,” katanya jujur.
Baca Juga: Jelang Peluncuran MBG di Malaka HMS Tinjau Dapur Sehat di Belu
Kepemimpinan yang Patut Dicontoh
Kisah SBS dan HMS kini menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat Malaka. Banyak yang menyebut gaya kepemimpinan SBS sebagai “pola baru” yang mengedepankan kemitraan sejati antara kepala daerah dan wakilnya.
Di tengah banyaknya kisah pemimpin yang saling jegal demi popularitas, Malaka menghadirkan narasi yang berbeda.
Sebuah narasi tentang pemimpin yang tak merasa terancam oleh kebesaran orang lain. Narasi tentang keikhlasan dan kebesaran hati.
Baca Juga: Simon Nahak dan Hobi Bagi Sembako Saat Banjir: Beda dengan SBS-HMS yang Bangun Tanggul
Pantai Motadikin, dengan saksi para kepala sekolah dan debur ombaknya, merekam satu lagi babak penting dalam kepemimpinan SBS. Ia bukan hanya memimpin dengan pikiran dan program, tetapi dengan hati dan ketulusan.
Dan mungkin, inilah yang membuat masyarakat Malaka percaya: bahwa dalam diri SBS, mereka tidak hanya menemukan seorang pemimpin, tetapi juga seorang negarawan.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











