RaebesiNews.com – Dalam semangat meningkatkan kualitas produk kerajinan daerah dan memperkuat peran perempuan dalam ekonomi kreatif, Wakil Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Malaka, Ny. Liem Jun Djung, melakukan kunjungan kerja ke Gerai Dekranasda Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Kupang.
Kunjungan ini merupakan bagian dari agenda studi banding Dekranasda Malaka, dengan tujuan menggali berbagai inovasi dan praktik terbaik dalam pengembangan industri kerajinan daerah, khususnya tenun ikat dan produk-produk turunannya.
Baca Juga: Tiga Pilar Pembangunan SBS: Pendidikan, Kesehatan dan Pertanian Harus Jadi Prioritas
“Kami ingin belajar langsung dari keberhasilan Dekranasda Provinsi dalam membina perajin, mengembangkan inovasi desain, serta memperluas pasar produk lokal. Ini penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi kearifan lokal di Kabupaten Malaka,” ujar Ny. Liem Jun Djung kepada awak media usai kunjungan.
Fokus: Inovasi dan Strategi Pemasaran
Dalam kunjungan tersebut, Ny. Liem Jun Djung didampingi oleh sejumlah pengurus Dekranasda Malaka dan perwakilan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Malaka. Mereka meninjau langsung beragam produk tenun ikat khas NTT yang dipajang di Gerai Dekranasda Provinsi, sekaligus berdiskusi dengan tim pengelola mengenai strategi promosi dan pengelolaan gerai.
Studi banding ini menekankan pada beberapa aspek utama, yaitu:
Baca Juga: Penjabat Desa Angkaes Turun Tangan Timbun Jalan Rusak di Dusun Atokama
*Inovasi melalui pelatihan tenun ikat dan diversifikasi produk seperti tas, dompet, aksesori, dan busana kontemporer berbasis motif lokal.
*Strategi pemasaran, baik secara konvensional maupun digital, termasuk pemanfaatan media sosial dan platform e-commerce.
*Pengelolaan organisasi yang efektif untuk menjaga kesinambungan gerakan ekonomi kreatif lokal.
*Program pemberdayaan perempuan dan regenerasi perajin muda melalui pelatihan berkelanjutan.
Baca Juga: Biaya RS Pratama Wewiku Tembus Rp44,95 M, Lebih Mahal dari RS Pratama Kualin yang Bertingkat
Komitmen Pengembangan di Malaka
Sebagai daerah yang kaya akan tradisi dan warisan budaya, Malaka memiliki potensi besar dalam industri tenun ikat. Namun, menurut Ny. Liem Jun Djung, tantangan terbesar saat ini adalah membangun sistem pembinaan dan pemasaran yang terstruktur serta menjangkau pasar lebih luas, termasuk pasar ekspor.
“Kita tidak bisa hanya mengandalkan warisan budaya tanpa inovasi. Harus ada pelatihan rutin, pendampingan desain, dan promosi yang berkelanjutan. Ini yang sedang kami siapkan bersama Dekranasda Malaka,” tegasnya.
Baca Juga: Lebih dari Sekadar Salam: Makna Hormat SBS di Bibir Samudera Hindia
Harapan Kolaborasi
Pihak Dekranasda Provinsi menyambut baik kunjungan ini dan membuka peluang kerja sama dalam bentuk pelatihan lintas daerah, kolaborasi pameran, dan pertukaran pengalaman antar pengrajin.
Dengan kunjungan ini, Dekranasda Malaka berharap dapat segera merealisasikan berbagai program strategis, termasuk pembentukan rumah tenun kreatif di tingkat desa, pelatihan intensif bagi generasi muda, dan peningkatan kualitas produk agar mampu bersaing di pasar nasional dan internasional.
“Kami yakin bahwa dengan belajar dari provinsi dan mengadaptasi strategi yang tepat, kerajinan tangan Malaka bisa menjadi ikon baru dari NTT,” tutup Ny. Liem Jun Djung penuh optimisme.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











