RaebesiNews.com – Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu (HMS), turut hadir dalam Musyawarah Nasional I (Munas I) Asosiasi Wakil Kepala Daerah (ASWAKADA) yang digelar di Hotel New Saphir, Yogyakarta, pada 2–4 Juli 2025. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat peran wakil kepala daerah sebagai aktor strategis dalam sistem pemerintahan daerah.
Dengan mengusung tema “Memperkuat Peran Wakil Kepala Daerah sebagai Pilar Kepemimpinan Daerah Menuju Indonesia Emas”, Munas I ASWAKADA menjadi forum konsolidasi nasional yang sekaligus menandai transformasi Forum Wakil Kepala Daerah (Forwakada) menjadi organisasi resmi bernama ASWAKADA.
Baca Juga: Marius Boko Tantang Kejati NTT Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi RSP Wewiku
Ketua ASWAKADA, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji, menegaskan bahwa Munas ini merupakan langkah historis dalam membangun kekuatan kolektif wakil kepala daerah di seluruh Indonesia.
“Ini adalah tonggak bersejarah dalam penguatan peran para wakil kepala daerah melalui wadah sinergi nasional. Kita ingin membangun jaringan koordinasi yang kokoh, saling mendukung, dan saling belajar demi kemajuan daerah,” ujar Armuji.
Dari total 508 wakil kepala daerah di seluruh Indonesia, sebanyak 289 orang hadir secara langsung, terdiri dari wakil wali kota dan wakil bupati. Munas ini menjadi ruang diskusi terbuka dan strategis untuk menyatukan visi, menyamakan langkah, serta memperkuat koordinasi antar daerah dan antara daerah dengan pemerintah pusat.
Baca Juga: Solusi Honorer: Pemerintah Terapkan Skema PPPK Paruh Waktu Bergaji Resmi dan Berpeluang Naik Status
Wakil Bupati Malaka, Henri Melki Simu, dalam kesempatan itu menyampaikan pandangannya bahwa forum seperti ASWAKADA sangat dibutuhkan, terutama oleh daerah-daerah di wilayah perbatasan yang seringkali menghadapi tantangan pembangunan yang kompleks.
“Kami di perbatasan seperti Malaka perlu forum seperti ini untuk menyuarakan kepentingan rakyat secara kolektif dan strategis. Sinergi seperti ini akan memperkuat posisi wakil kepala daerah dalam merumuskan arah pembangunan yang adil dan merata,” ungkap HMS.
Lebih dari sekadar pertemuan seremonial, Munas I ASWAKADA menjadi simbol kebangkitan peran wakil kepala daerah sebagai tiang tengah dalam struktur pemerintahan daerah.
Baca Juga: Kabar Gembira! Skema PPPK Paruh Waktu Mulai Berlaku, Jam Kerja Hanya 4 Jam Sehari
Dengan adanya organisasi resmi ini, diharapkan para wakil kepala daerah dapat terus memperjuangkan aspirasi masyarakat, mendorong pemerintahan yang responsif, serta menjadi mitra aktif kepala daerah dalam menjalankan roda pembangunan.
Dari Yogyakarta, suara kebersamaan para pemimpin di level kedua ini menggema: memperkuat koordinasi, mempererat kolaborasi, dan memperjuangkan Indonesia yang lebih adil dari pinggiran hingga ke pusat.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











