RAEBESINEWS.COM – Dalam upaya membangun budaya hidup bersih dan memperkuat nilai-nilai gotong royong di tengah masyarakat, Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran (SBS), menegaskan pentingnya gerakan kerja bakti yang teratur dan terjadwal di setiap desa.
Bupati SBS menilai bahwa menjaga kebersihan desa bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga mencerminkan kesadaran sosial dan tanggung jawab bersama dalam membangun Malaka yang sehat, indah, dan tertib.
“Gerakan membersihkan desa harus teratur dan terjadwal, serta dijadikan sebagai budaya desa. Saya minta, kerja bakti di desa dijadwalkan satu hari dalam seminggu. Ini penting untuk membentuk kebiasaan kolektif yang baik di tengah masyarakat,” tegas SBS dalam pernyataannya, Minggu (6/7/2025).
Lebih lanjut, Bupati SBS menegaskan bahwa warga yang tidak aktif dan tidak berpartisipasi dalam kerja bakti tidak layak menerima berbagai bentuk bantuan dari pemerintah, termasuk bantuan ketika mereka mengalami sakit.
“Kalau tidak ikut gotong royong, jangan harap dapat bantuan dari pemerintah. Bahkan kalau sakit pun, pemerintah tidak akan menanggung biayanya. Ini supaya masyarakat belajar bertanggung jawab dan ikut merawat desanya,” tandas SBS.
Pernyataan tegas ini sekaligus menjadi instruksi langsung bagi para kepala desa, aparat desa, kepala dusun, ketua RT dan RW agar memperhatikan keterlibatan warganya secara serius dalam kegiatan sosial seperti kerja bakti.
“Para pemimpin di tingkat desa harus memantau secara saksama. Catat warga yang tidak ikut serta. Tidak boleh dibiarkan. Ini bukan soal menghukum, tapi soal membangun karakter masyarakat yang cinta kebersihan dan rela berkorban untuk lingkungan bersama,” tambah Bupati SBS.
Membangun Malaka dari Hal Kecil
Pernyataan ini sejalan dengan visi SBS-HMS dalam membangun Kabupaten Malaka dari hal-hal kecil dan sederhana, yang berdampak besar dalam jangka panjang. Dalam banyak kesempatan, SBS selalu menekankan pentingnya pendidikan karakter, hidup bersih, kerja kolektif, dan kesetiaan terhadap nilai-nilai lokal.
Program kerja bakti mingguan yang diusulkan ini juga diharapkan dapat mendorong interaksi sosial yang sehat antarwarga, mempererat solidaritas komunitas, sekaligus menjaga lingkungan agar tetap bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh penduduk desa.
Respons Masyarakat
Sejumlah tokoh masyarakat menyambut baik gagasan Bupati SBS ini. Salah satu tokoh adat dari Kecamatan Malaka Tengah, Yohanes Leki Seran, mengatakan bahwa budaya gotong royong sebenarnya sudah lama hidup di tengah masyarakat Malaka, namun dalam beberapa tahun terakhir mulai memudar karena pengaruh zaman.
“Pernyataan Bapak Bupati sangat tepat. Kita harus hidup kembali budaya lama kita. Jangan hanya minta bantuan dari pemerintah, tapi tidak mau ambil bagian dalam membersihkan desa sendiri,” ujarnya.
Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Malaka: Prestasi PS Malaka Bukti Kemajuan Sepak Bola Daerah
Menuju Desa Mandiri dan Sehat
Dengan langkah tegas ini, Pemerintah Kabupaten Malaka menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya membangun infrastruktur fisik, tetapi juga membentuk mentalitas masyarakat yang aktif, peduli, dan bertanggung jawab terhadap ruang hidupnya sendiri.
Program ini diharapkan menjadi model baru pembangunan berbasis budaya, sekaligus menjadi contoh bagi kabupaten lain di Nusa Tenggara Timur.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.












