RAEBESINEWS.COM – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmennya untuk menghentikan ketergantungan Indonesia terhadap impor energi.
Hal ini disampaikan dalam pidato pembukaan Konvensi dan Pameran Tahunan ke-49 Indonesian Petroleum Association (IPA) yang berlangsung di ICE BSD City, Serpong, Tangerang (20/5).
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menekankan bahwa kedaulatan energi merupakan bagian tak terpisahkan dari kedaulatan nasional.
Baca Juga: Ramai Dibicarakan, Kapan Seleksi PPPK Tahap 3 Dibuka? Simak Fakta dan Status Resminya
Ia menilai sebuah bangsa harus mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri dan kebutuhan energinya secara mandiri.
“Kedaulatan suatu bangsa dijamin oleh kemampuan untuk memenuhi pangan dan energi secara mandiri,” tegas Prabowo di hadapan para pelaku industri migas global dan duta besar negara sahabat.
Produksi Energi Nasional Ditingkatkan
Prabowo menyampaikan capaian awal pemerintahannya yang baru berjalan enam bulan, termasuk keberhasilan produksi perdana dari Lapangan Forel dan Terubuk di Kepulauan Natuna.
Baca Juga: Pemerintah Genjot Pembangunan Sekolah Rakyat, 65 Lokasi Sudah Dikerjakan, Ini Daftarnya!
Proyek ini telah menyumbang produksi sebesar 20 ribu barel minyak per hari dan 60 juta standar kaki kubik gas per hari, seluruhnya dikerjakan oleh anak bangsa.
“Ini bukan sekadar capaian teknis, tetapi tonggak penting menuju swasembada energi nasional,” ujarnya.
Cadangan Pangan Terbesar dalam Sejarah
Selain energi, Presiden Prabowo juga menyampaikan bahwa cadangan pangan nasional saat ini merupakan yang terbesar dalam sejarah Indonesia, khususnya cadangan beras dan jagung yang tersimpan di gudang-gudang pemerintah.
Baca Juga: Permendikdasmen 8 Tahun 2025: Dana BOS Dikelola Oleh Tim BOS Sekolah, Bukan Semaunya Kepsek
Reformasi Regulasi dan Dukungan Investasi
Menyoroti lambatnya birokrasi dalam proses perizinan energi, Prabowo menegaskan akan mencopot pejabat yang tidak mau menyederhanakan regulasi. Ia menyatakan kesiapan pemerintah untuk membuka peluang investasi energi bagi pihak dalam dan luar negeri.
Salah satu inisiatif strategis yang disebut adalah Danantara Indonesia, kendaraan investasi nasional yang didirikan untuk mendorong percepatan proyek-proyek energi dan infrastruktur.*
Baca Juga: 1 Dari Malaka, 6 Pelajar SMA Ini Lolos Seleksi Paskibraka Nasional Mewakili NTT
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.





