RAEBESINEWS.COM – Mantan Bupati Malaka, Simon Nahak, kembali menjadi sorotan publik setelah muncul kritik tajam terkait prioritas pembangunan yang dinilai tidak berpihak pada kebutuhan mendesak masyarakat.
Selama masa jabatannya (2021–2024), Simon Nahak disebut lebih memilih membangun kantor bupati yang megah namun belum memiliki akses jalan memadai, ketimbang memulihkan infrastruktur vital seperti Jembatan Numponi yang putus akibat badai Seroja pada April 2021.
Jembatan Numponi yang menghubungkan sejumlah desa penting di Kecamatan Malaka Timur, hingga kini belum dibangun kembali.
Baca Juga: Kades Nanin, Dihadapkan pada Sejumlah Kasus Serius, Diduga Langgar Instruksi Bupati SBS
Padahal, jembatan itu merupakan nadi penghubung utama antara pusat pemerintahan dan kawasan pertanian strategis di wilayah timur Kabupaten Malaka.
Akibatnya, warga terpaksa menggunakan jalur alternatif yang lebih jauh dan berisiko, terutama saat musim hujan.
Kali Numponi Telan Korban
Sejak jembatan itu putus, setidaknya sudah dua warga meninggal dunia akibat terseret arus Sungai Numponi. Korban terakhir adalah seorang anak berusia empat tahun yang hanyut saat mencoba menyeberang bersama ayah dan ibunya. Peristiwa tragis ini mempertegas pentingnya pembangunan ulang jembatan sebagai prioritas utama.
Baca Juga: Rendahkan Simbol Negara: Bertahun Lamanya Bendera Merah Putih Tidak Berkibar di Kantor Desa Nanin
“Kami merasa dianaktirikan,” keluh Matius Bere, warga Desa Numponi. “Sudah bertahun-tahun kami menderita karena jembatan itu tak kunjung diperbaiki. Tapi pemerintah malah bangun kantor besar-besar tanpa jalan masuk. Untuk siapa itu dibangun?”
Kantor bupati baru yang berlokasi di Betun memang tampak megah dan modern dari kejauhan. Namun hingga kini, akses jalan masuk utama ke bangunan itu belum rampung.
Jalan tanah berbatu menjadi satu-satunya jalur, yang akan sulit dilalui saat hujan turun. Proyek tersebut juga disebut tidak melalui musyawarah publik yang memadai.
Warisan Masalah Bagi Pemerintah Baru
Baca Juga: Bupati SBS Tegaskan OPD yang Tak Bayar Pajak Kendaraan Dinas Terancam Diberhentikan Sementara
Kini, pemerintahan baru di bawah kepemimpinan Bupati dr. Stefanus Bria Seran menghadapi pekerjaan rumah besar. Selain menyelesaikan akses jalan menuju kantor bupati baru, publik mendesak agar pembangunan Jembatan Numponi segera diprioritaskan dalam APBD 2025.
Warga berharap, di bawah kepemimpinan baru, arah pembangunan akan kembali berpijak pada kebutuhan rakyat di akar rumput, bukan pada simbol-simbol kekuasaan semata.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











