Daerah  

Revitalisasi Jalan dan Drainase Tubaki: Sinergi Infrastruktur dan Perlindungan Sumber Air di Malaka

Screenshot 20250519 115132 Photo Editor 2535809344

RAEBESINEWS.COM – Jalan raya yang melintasi kawasan strategis Mata Air Tubaki, Kecamatan Malaka Tengah, kini telah diperbaiki dan dilengkapi dengan sistem drainase teknis.

Akses vital penghubung antar kecamatan dan jalur lalu lintas antar kabupaten yang sebelumnya rusak parah akibat limpasan air hujan, kini sudah lebih aman dan fungsional.

Perbaikan ini merupakan bentuk respons cepat Pemerintah Kabupaten Malaka di bawah kepemimpinan dr. Stefanus Bria Seran dan Wakil Bupati Henri Melki Simu, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Baca Juga: Potensi Laut Malaka Sangat Besar, SBS: Belajar dari Ambon, Jangan Malu

Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan ini mengalami kerusakan struktural serius. Tingginya intensitas hujan yang mengalir tanpa kendali dari area perbukitan ke badan jalan menyebabkan erosi, deformasi lapisan permukaan (surface distress), dan pencemaran terhadap mata air yang menjadi salah satu sumber air baku masyarakat setempat.

Identifikasi Masalah Infrastruktur

Kondisi awal menunjukkan tidak adanya fasilitas drainase permukaan seperti saluran tepi (side ditch) maupun gorong-gorong lintas jalan (cross drain).

Hal ini menyebabkan aliran permukaan (surface runoff) langsung menggerus lapisan agregat dan aspal, menurunkan kekuatan fondasi jalan serta mempercepat proses kerusakan lapis perkerasan.

Baca Juga: Penjabat Kades Umakatahan Pimpin Kerja Bakti Bersihkan Bahu Jalan di Pusat Kota Betun

Di sisi lain, air yang mengalir ke sumber mata air Tubaki membawa material lumpur dan sampah, mencemari air yang selama ini dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga warga.

Berdasarkan pantauan tim teknis dan media, kerusakan jalan terjadi karena desain geometrik dan hidrologi jalan tidak mengantisipasi lintasan air hujan dari daerah hulu. Permukaan jalan menjadi titik temu air dari berbagai arah tanpa sistem pelepasan air yang terencana.

Rekayasa Solusi: Drainase dan Reprofiling Jalan

Melihat urgensi kondisi tersebut, Dinas PUPR Kabupaten Malaka di bawah koordinasi Plh. Kadis Lorens Haba mengambil tindakan cepat. Tim teknis melakukan survei lapangan dan kemudian menurunkan alat berat untuk melakukan pembongkaran sebagian badan jalan. Pekerjaan ini dilakukan untuk:

1. Pemasangan Gorong-Gorong (Culvert Installation)

Gorong-gorong berdiameter menengah dipasang secara melintang di bawah badan jalan. Komponen ini berfungsi sebagai struktur pengarah aliran air (flow conveyance) dari sisi hulu ke sisi hilir, tanpa melintasi permukaan jalan. Pemasangan dilakukan dengan kaidah stabilitas lereng galian serta bedding material yang memenuhi standar teknis.

Baca Juga: Infrastruktur Digenjot: Jalan, Jembatan, dan Tanggul Mulai Ditangani Pemkab Malaka

2. Penggalian Bahu Jalan untuk Saluran Samping (Side Drain Excavation)

Bahu jalan diperlebar dan digali untuk menciptakan saluran tepi. Saluran ini bertugas mengumpulkan dan mengarahkan air limpasan menuju gorong-gorong utama. Fungsi hidraulik ini penting untuk mencegah air menggenangi dan menggerus permukaan jalan kembali.

3. Reprofiling dan Kompaksi Jalan (Subgrade Restoration)

Setelah pemasangan sistem drainase, tim melakukan reprofiling atau perataan kembali geometri jalan, termasuk pengembalian kemiringan melintang (cross slope) agar air tidak tergenang. Proses ini diikuti dengan pemadatan lapisan tanah dasar dan lapis pondasi agregat.

“Kerusakan ini terjadi karena tidak adanya jalur buangan air. Setelah kami pasang gorong-gorong dan saluran, air akan mengalir langsung ke bawah dan tidak lagi melewati badan jalan,” ujar Lorens Haba kepada media.

Baca Juga: Penjabat Kades Umakatahan Pimpin Kerja Bakti Bersihkan Bahu Jalan di Pusat Kota Betun

Manfaat Ganda: Jalan Aman, Mata Air Terlindungi

Langkah ini tidak hanya menyelamatkan struktur jalan, tetapi juga berdampak langsung pada kualitas air di sumber mata air Tubaki. Sebelumnya, setiap musim hujan membawa lumpur dan sedimen ke dalam kolam mata air. Kini, dengan tersalurkannya air melalui gorong-gorong dan saluran samping, air hujan tidak lagi mencemari sumber air bersih.

Warga sekitar pun menyambut baik perbaikan ini. Yuliana, seorang ibu rumah tangga yang saban hari menimba air dari sumber mata air Tubaki, mengaku kini lebih tenang.

“Dulu kalau hujan, air jadi keruh karena lumpur masuk dari jalan. Sekarang sudah bersih. Terima kasih Bapak SBS dan semua yang sudah kerja memperbaiki ini,” katanya.

Baca Juga: Persebata Lembata Huni Group A 8 Besar Liga 4 Nasional, Juara Group Langsung Ke Final

Keberlanjutan dan Rekomendasi

Penanganan teknis ini diharapkan menjadi awal dari pendekatan jangka panjang dalam perencanaan infrastruktur jalan dan konservasi sumber daya air di wilayah Malaka. Ke depan, perlu dilakukan:

Desain Sistem Drainase Terintegrasi, yang mempertimbangkan topografi dan karakteristik hidrologi wilayah.

Pemeliharaan Berkala, termasuk pembersihan saluran dan inspeksi gorong-gorong secara rutin.

Pembangunan Struktur Penahan (retaining wall atau check dam) di titik-titik rawan longsor atau erosi.

Dengan sinergi antara rekayasa sipil dan kepedulian terhadap lingkungan, infrastruktur publik di Kabupaten Malaka dapat menjadi lebih tangguh, berkelanjutan, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini

+ Gabung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *