Prabowo Siap Hapus Utang Petani dan Nelayan: Akhiri Jerat Rentenir dan Pinjol

Screenshot 20250506 065858 Chrome 2120217615

RaebesiNews.comPresiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk menghapus utang petani dan masyarakat kecil yang selama ini membebani mereka di perbankan.

Ia menyebut utang-utang lama tersebut telah menjadi jerat berkepanjangan, menghalangi akses para petani dan nelayan terhadap kredit baru, dan memaksa mereka beralih ke rentenir hingga pinjaman online (pinjol) dengan bunga mencekik.

Scroll kebawah untuk lihat konten
Mau usaha anda di lihat ribuan orang?  Klik Disini!!!

“Masalah tujuh puluh tahun lalu, utang orang kecil yang sebenarnya sudah dihapus bank tapi masih ditagih. Jutaan petani dan rakyat kecil kita tak bisa pinjam lagi. Mereka akhirnya lari ke rentenir dan pinjol,” kata Prabowo.

Baca Juga: Burung Tidak Punya Kebun Tapi Tidak Mati Kelaparan: Pesan Bijak Bupati SBS untuk Pejabat Malaka

Menurut Prabowo, jeratan utang tersebut tak hanya warisan krisis moneter 1998 atau krisis ekonomi 2008, tapi juga kegagalan sistem dalam menyelesaikan masalah kredit kecil yang sebenarnya sudah lama dihapusbukukan.

Padahal, lanjutnya, pinjaman dari pinjol atau rentenir bisa mencekik leher dengan bunga harian yang sangat tinggi. Prabowo menilai ini sebagai ketidakadilan sistemik yang harus segera dihentikan.

Meski demikian, Prabowo menekankan kebijakan penghapusan utang ini akan tetap memperhatikan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Kita akan tetap disiplin. Kita jaga defisit anggaran tetap di bawah 2,5 persen dari PDB,” ujarnya.

Baca Juga: Bupati SBS: Malaka Butuh SDM Tangguh, Bukan Pejabat yang Lupa Kebaikan

Adik Prabowo, Hashim Djojohadikusumo, sebelumnya mengungkap bahwa sekitar 6 juta petani dan nelayan terlilit utang perbankan dalam jumlah kecil, sekitar Rp10 hingga Rp20 juta.

Masalahnya, meski utang tersebut sudah ditanggung asuransi bank, hak tagihnya belum benar-benar dihapus, sehingga masih tercatat sebagai tunggakan yang menghalangi akses mereka ke kredit baru.

“Saya baru tahu apa itu pinjol enam bulan lalu,” ujar Hashim. 

“Saya memang konglomerat, nggak perlu pinjol. Tapi ternyata kita konglomerat yang punya hati nurani. Saya sampaikan ke Prabowo, ini harus diubah. Dan dia setuju.” tambahnya. 

Langkah Prabowo ini dinilai sebagai angin segar bagi petani dan nelayan kecil yang selama ini terjebak dalam lingkaran utang, dan menjadi harapan baru untuk pemulihan ekonomi akar rumput.***

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp RaebesiNews.Com

+ Gabung