RaebesiNews.com – Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran yang akrab disapa SBS, kembali menegaskan pentingnya etika dalam birokrasi, terutama bagi para pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Malaka.
Dalam sebuah kesempatan menyampaikan sambutan di hadapan para pejabat eselon II, Sekretaris Daerah Ferdinand Un Muti, para penjabat kepala desa, serta kepala desa se-Kabupaten Malaka, Bupati SBS menyampaikan pernyataan tegas dan penuh makna.
Menurutnya, jabatan yang diemban oleh seseorang bukanlah segalanya dalam kehidupan. Ia mengingatkan bahwa jabatan hanyalah titipan dari atasan yang diberikan untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab.
Maka dari itu, apabila suatu saat jabatan tersebut dicabut atau tidak diberikan lagi, tidak perlu merasa kecewa apalagi sampai meributkannya.
Baca Juga: Bupati SBS: Malaka Butuh SDM Tangguh, Bukan Pejabat yang Lupa Kebaikan
“Biasa saja, hidup ini bukan hanya mau jadi pejabat. Burung saja tidak punya kebun, tapi tidak pernah mati kelaparan,” ujar SBS dengan nada tenang namun penuh makna.
Pernyataan ini disampaikannya dalam upaya membangun budaya birokrasi yang sehat, bebas dari intrik kekuasaan dan rasa takut kehilangan jabatan.
SBS menilai bahwa kekhawatiran berlebihan atas jabatan justru bisa merusak semangat pelayanan dan mengganggu moral kerja birokrasi.
“Jabatan itu hanya alat untuk mengabdi. Kalau pemimpin tidak kasih lagi kepercayaan, ya biasa saja. Tidak usah ribut hanya karena jabatannya dicopot. Itu hak prerogatif bupati,” tegasnya.
Lebih lanjut, SBS menyinggung soal etika pejabat terhadap rakyat. Ia dengan lantang menyatakan bahwa tidak ada tempat bagi pejabat yang mencoba mengancam atau menekan masyarakat, apalagi demi mempertahankan posisi atau pengaruh.
Baca Juga: Gubernur NTT Terima JAAN, Bahas Strategi Bebas Rabies 2030
“Saya akan tindak tegas siapa saja pejabat yang ancam rakyat Malaka. Itu bukan cara kita melayani. Kita dipilih untuk bekerja dan mengayomi, bukan untuk menakut-nakuti rakyat,” kata SBS di hadapan forum yang hadir.
Bupati SBS yang dikenal sebagai birokrat senior dan tokoh kesehatan di Provinsi Nusa Tenggara Timur ini memang selama kepemimpinannya di Malaka sering menyuarakan pentingnya integritas, etika pelayanan publik, dan kedekatan pemimpin dengan rakyat.
Sikap tegasnya terhadap disiplin aparatur pemerintah sekaligus menunjukkan keseriusannya dalam membangun pemerintahan yang bersih dan berwibawa.
Pertemuan tersebut juga menjadi momentum penting dalam membangun komitmen bersama di lingkungan pemerintah kabupaten, agar semua pejabat dari level kabupaten hingga desa.
Baca Juga: SBS HMS Tegas! Kades di Malaka yang Terbukti Rugikan Uang Negara Akan Dicopot Sementara
Hal ini bertujuan menyadari bahwa jabatan bukan hak yang harus dipertahankan dengan cara-cara yang salah, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan kerendahan hati.
Penegasan ini juga menjadi sinyal bagi seluruh pejabat di Malaka agar menjaga sikap dan tidak bermain-main dengan kekuasaan.
SBS berharap semua pemimpin di tingkat bawah bisa menjadi teladan dalam pelayanan dan mampu menghadirkan keadilan serta kesejahteraan bagi rakyat.
“Kalau kita benar, kita tidak perlu takut. Tapi kalau kita salah dan masih juga ingin mempertahankan jabatan dengan menekan orang lain, itu yang saya tidak akan biarkan,” pungkasnya.
Dengan pesan moral yang kuat dan sikap kepemimpinan yang jelas, Bupati SBS sekali lagi menunjukkan komitmennya dalam menegakkan pemerintahan yang bersih, berintegritas, dan berpihak pada rakyat.
Ia mengingatkan bahwa jabatan bisa datang dan pergi, tetapi kehormatan dan kepercayaan rakyat harus dijaga seumur hidup.***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











