RaebesiNews.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menerima audiensi dari Yayasan JAAN Kesejahteraan Hewan (JAAN Domestic Foundation) di ruang kerjanya pada Jumat (2/5/2025).
Kunjungan ini bertujuan memperkuat kolaborasi Program United Against Rabies NTT, Together for Animal Welfare (RAW NTT) bersama Pemerintah Provinsi NTT.
Audiensi ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Peternakan Provinsi NTT Yohanes Oktovianus dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTT Iien Adriany.
Baca Juga: SBS HMS Tegas! Kades di Malaka yang Terbukti Rugikan Uang Negara Akan Dicopot Sementara
Delegasi dari JAAN Domestic Foundation dipimpin langsung oleh CEO Karin Franken, bersama sejumlah perwakilan dari berbagai elemen pendukung program kesejahteraan hewan dan pemberantasan rabies.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas langkah-langkah strategis untuk memberantas rabies di wilayah NTT, terutama di tiga daerah percontohan, yaitu Kota Kupang, Kabupaten Belu, dan Kabupaten Manggarai Barat.
Fokus utama kerja sama ini meliputi pelaksanaan vaksinasi massal anjing, peningkatan edukasi masyarakat tentang pentingnya kesejahteraan hewan, serta penguatan kapasitas petugas kesehatan hewan di daerah-daerah rawan rabies.
Gubernur Melki menyambut baik inisiatif dan kerja sama ini. Ia menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor untuk menekan angka kematian akibat gigitan hewan penular rabies (GHPR).
Baca Juga: Rehabilitasi Polindes Diduga Fiktif, Dana Desa Nanin Justru Dinikmati Bendahara, Sekdes, dan Sopir
“Diharapkan melalui program yang ada, angka kematian manusia karena gigitan rabies dapat berkurang bahkan hilang. Rabies bukan hanya isu kesehatan hewan, tapi juga menyangkut kesehatan masyarakat dan berpengaruh juga pada perekonomian masyarakat,” ujar Gubernur Melki.
Yayasan Jakarta Animal Aid Network (JAAN) adalah organisasi nirlaba yang berdiri sejak Januari 2008 dan berfokus pada peningkatan kesejahteraan hewan di Indonesia.
Melalui program RAW NTT, JAAN berupaya menjadikan NTT sebagai provinsi yang lebih peduli terhadap hewan, serta terbebas dari rabies secara berkelanjutan.
Baca Juga: Agus Nahak Anggota DPRD NTT: AI Penting Diajarkan, Tapi Jangan Lupakan Sekolah di Pelosok
Delegasi JAAN yang hadir antara lain Founder & CEO Natha Satwa Nusantara Davina Veronica, COO JAAN Domestic Foundation Merry Ferdinandez, Lead Consultant Rabies & Animal Welfare Program NTT Ida Liem, Lead Veterinarian & Project Officer RAW NTT Joseph Richardo Wunda, Coordinator Education and Community Engagement Vivi Wenji, serta tim pendukung lainnya dari berbagai bidang seperti edukasi, sosial media, dan aspek hukum.
Program RAW NTT merupakan bagian dari komitmen JAAN untuk mendukung Indonesia bebas rabies 2030, sejalan dengan target global WHO dan OIE (World Organisation for Animal Health).***
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp NTT Terkini
+ Gabung
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Laporkan
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.











